Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Dari Bibit ke Aksi! Wali Kota Kupang Jawab Tantangan Lingkungan

Kamis, 27 Maret 2025 | Maret 27, 2025 WIB Last Updated 2025-03-27T09:55:35Z
Wali Kota Kupang dr.Christian Widodo, Muhamad Ramli Anggota DPRD Kota Kupang, Wakil Wali Kota Kupang Serena Francis. (Foto news-daring.com) 


Kota Kupang, NTT,27 Maret 2025– Pemerintah Kota Kupang terus bergerak nyata dalam menjawab tantangan lingkungan. Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, bersama Wakil Wali Kota Serena Francis, memimpin gerakan tanam pohon serta memperkuat sistem pengelolaan sampah di Kota Kupang.


Gerakan tanam pohon yang dilakukan bersama DPRD, Forkopimda, dan OPD ini merupakan tindak lanjut dari ajakan mereka saat syukuran pelantikan. Kala itu, masyarakat yang ingin memberikan ucapan selamat diminta untuk menyumbangkan bibit pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.


"Banyak yang bertanya, bagaimana nasib bibit-bibit itu? Jangan-jangan sudah hilang atau mati. Nah, hari ini kami tunjukkan bahwa bibit tersebut telah ditanam, baik di Kantor Wali Kota maupun di lokasi ini," ungkap Christian saat memimpin kegiatan tanam pohon.


Menurutnya, penghijauan ini adalah bagian dari program Kupang Green and Clean yang bertujuan menjadikan kota lebih hijau dan sehat. Tidak hanya itu, Pemkot Kupang juga telah merencanakan pembangunan taman kota pada tahun 2026 dengan fasilitas publik yang lengkap.


"Taman ini nantinya akan memiliki toilet bersih, area bermain anak, arena skateboard, hingga Wi-Fi gratis. Ini semua bagian dari rencana besar kita untuk menjadikan Kupang lebih hijau dan nyaman," jelasnya.


Selain fokus pada penghijauan, Wali Kota juga menegaskan bahwa penanganan sampah menjadi prioritas utama. Untuk itu, tiga hari lalu, Pemkot Kupang resmi membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Sampah yang melibatkan DPRD dan OPD terkait.


"Satgas ini bukan hanya sekadar wacana. Kami sudah mulai bekerja dengan sistem baru agar sampah dikelola lebih baik, mulai dari rumah tangga hingga ke tingkat kecamatan," kata Christian.


Sistem pengelolaan sampah yang diterapkan mencakup:

Setiap RT memiliki satu kontainer sampah plastik besar.


Sampah dari RT diangkut ke 51 kelurahan menggunakan kendaraan listrik atau truk sampah.


Di tingkat kelurahan, sampah dipindahkan ke kontainer besi besar sebelum diangkut ke kecamatan.


Setiap kecamatan memiliki tempat pengolahan sampah terpadu.


Di tempat pengolahan sampah terpadu ini, sampah akan diproses menjadi berbagai produk yang bermanfaat.


"Sampah organik akan dijadikan pupuk dan maggot, sementara plastik bisa diproses menjadi biji plastik atau batu bata. Dengan sistem ini, hanya 15% sampah yang benar-benar tidak bisa diolah yang akan dibuang ke TPA," jelasnya.


Program ini akan diuji coba di dua kecamatan sebelum diterapkan di seluruh Kota Kupang.


"Kami ingin memastikan program ini berjalan efektif sebelum diterapkan secara menyeluruh. Kami juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif agar Kota Kupang benar-benar bersih dan hijau," tutup Christian.

(kl)